Penyebab Timnas U-22 Urung Diterbangkan ke Spanyol

Penyebab Timnas U-22 Urung Diterbangkan ke Spanyol
Penyebab Timnas U-22 Urung Diterbangkan ke Spanyol

Agenda diterbangkannya timnas U-22 ke Spanyol untuk menjalani training camp harus dibatalkan. Alasannya, ada pada terganggunya jadwal latihan di negeri sendiri. Padahal, Spanyol sudah mempersiapkan sejumlah klub, untuk menjajal kemampuan Evan Dimas Darmono cs.

Luis Milla akhirnya memilih Bali sebagai pagelaran training camp timnas U – 22. Dimana sesi latihan intensif di Pulau Dewata itu, bakal segera dimulai pada akhir bulan Juni 2017.

“Yang paling jadi faktor utama itu ya karena waktu kami yang sangat mepet”, ujar Edy Rahmayadi selaku Ketua Umum PSSI, saat membeberkan alasan diurungkannya kepergian timnas U – 22 kepada pers di Hotel JS Luwansa kemarin (Kamis, 22 / 6 / 2017).

Sebelumnya banyak yang mengira kalau kepergian timnas U – 22 ke Negeri Matador terpaksa dibatalkan, lantaran PSSI sedang memiliki kocek yang sedikit. Kendati begitu, Edy menolak mentah-mentah komentar tersebut.

“Ini bukan soal dana. Mau berapa pun jumlah finansialnya, akan kami gulirkan. Kalau tidak cukup cash, ya akan kami cari sampai dapat”, tuntas pria asal Aceh itu.

Performa Evan Dimas di Lapangan Cenderung Fluktuatif dan Tak Stabil

Performa Evan Dimas di Lapangan Cenderung Fluktuatif dan Tak Stabil
Performa Evan Dimas di Lapangan Cenderung Fluktuatif dan Tak Stabil

Belakangan performa Evan Dimas Darmono di lapangan cenderung fluktuatif dan naik turun. Dikritik demikian, gelandang yang bermain di Bhayangkara FC itu mengatakan kalau dirinya masih terus berproses.

Evan Dimas sendiri adalah kapten dari timnas Garuda U – 19. Dimana, ia dan rekannya berhasil menggasak trofi Piala AFF tahun 2013 silam. Melihat prestasinya, Evan Dimas sampai disebut-sebut para pencinta sepakbola Tanah Air seperti Xavi Hernandez Indonesia.

Sayang belakangan ini, ia seperti tidak stabil. Performanya sering terlihat naik turun tak karuan. Saat berada di timnas senior, performanya terlihat sama sekali tidak hebat layaknya kala bermain di timnas U – 19. Kritik terkait penampilannya itu pun sudah diaminkan oleh Evan Dimas sendiri.

Evan mengakui kalau penampilannya yang dibilang naik turun itu, disebabkan oleh dirinya yang masih beradaptasi dengan latmosfer bermain di timnas senior.

“Ini kan saya masuk ke Liga 1. Kompetisi level papan atas di Indonesia. Isinya sudah pasti pemain senior yang punya segudang pengalaman semua. Nah, saya baru saja masuk ke divisi tersebut. Maka, saya pun sampai sekarang masih perlu adaptasi”, ujar Evan yang ditemui di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan pada hari Rabu malam WIB kemarin lusa (21 / 6 / 2017).

“Tentu beda antara level U – 19 dan senior. Di level senior yang berada di divisi 1 pula, aura untuk berlaga sesungguhnya benar-benar terlihat. Kita seperti dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik”, sambung Evan.

“Satu-satunya cara bagi saya untuk bisa mengejar ketertinggalan dengan para senior adalah dengan menambah jam terbang bermain di lapangan”, ungkapnya.

Evan sejatinya adalah sosok pemain muda Indonesia yang luar biasa. Saking spesialnya, ia sampat diberikan kesempatan untuk latihan di Spanyol pada awal tahun 2016. Namun, kendala kelengkapan fasilitas lah yang dirasanya agak kurang bagi pemain sepakbola Indonesia. Sebut saja pada saat berlatih secara khusus di Spanyol, para pemain disana selalu pergi ke gym untuk melatih kebugarannya.

“Di Spanyol, gym ada banyak. Jadi tiap selesai latihan pun bisa langsung nge -gym. Apalagi disana lokasi asrama tempat kami menginap, sangatlah dekat dengan gym yang punya fasilitas alat beban super lengkap. Nah, kalau disini. Lokasi gym dengan lokasi tempat tinggal dan tempat bekerja bisa berjauh-jauhan. Inilah yang bisa membuat performa seorang atlit menjadi tidak stabil dan cenderung stagnan, karena kalau disini mau latihan itu susah sekali”, papar Evan.

“Saat ini, saya mau mengucapkan rasa terima kasih yang besar atas diterbangkannya saya ke Spanyol. Bisa berlatih disana, tentu sangat membuahkan kebanggan dan meningkatkan rasa percaya diri.

“Saya berterima kasih karena saya diberi kesempatan berlatih di Espanyol, itu kebanggan buat saya yang merupakan pengalaman seumur hidup sekali dan saya dapat pengalaman berharga,” tuntas Evan.