Romero dan De Gea, 2 Sahabat yang Bersaing Sehat di MU

Romero dan De Gea, 2 Sahabat yang Bersaing Sehat di MU
Romero dan De Gea, 2 Sahabat yang Bersaing Sehat di MU

Manchester United (MU) sudah mengkonfirmasi, kalau kipernya, David De Gea tidak akan angkat kaki dari Old Trafford. Berita ini pun disambut gembira oleh Sergio Romero, Sebagai kiper, Romero mengakui kalau ia pun kerap bersaing dengan De Gea untuk mengimpresi Setan Merah. Walau, kompetisi antar mereka merupakan persaingan yang sehat dan saling membangun. Bukan sekedar sikut-sikutan yang bersifat picisan. Diluar pekerjaan, mereka pun merupakan 2 sahabat yang punya relasi bagus satu sama lain.

Sebelumnya sudah santer jadi buah bibir, kalau Real Madrid telah mengincar De Gea sejak lama. Kendati begitu, MU mati-matian untuk mempertahankan kiper kelahiran Spanyol 26 tahun silam itu. Salah satu caranya adalah memasang harga jual yang tinggi kepada De Gea, yakni sebesar 70 jt Pound atau setara dengan 1,2 T Rupiah.

Selama 2 musim terakhir, keberadaan De Gea di mistar gawang The Red Devil memang sangat dibutuhkan. Kondisi ini pun juga dirasakan oleh Romero.

Pada musim 2015 / 2016. Romero diciduk MU dari Sampdoria. Selama memagari gawang MU, ia punya catatan kebobolan sebanyak 12 kali dan 18 kali clean sheet yang dicatat dari 28 kali merumput di berbagai ajang. Hampir mirip bagus-bagusnya dengan De Gea yang selama 2 musim tercatat 88 kali kebobolan dan 35 kali mencatat clean sheet, dari 94 kali bertandig bersama MU di semua kompetisi.

Namun, kondisi yang saling membayang-bayangi tersebut sama sekali tidak dikhawatirkan Romero. Justru dengan adanya rekan dengan peran yang sama itu, Romero tetap termotivasi untuk tetap berkembang di MU.

“Selain baik bagi saya, baik juga buat MU. MU punya 2 kiper yang bisa diandalkan. Tentunya ini sangat berguna untuk saling membackup posisi kami”, ujar Romero.

“Diluar pekerjaan, kami adalah sahabat yang saling memberikan dukungan. Namun didalam klub, kami adalah 2 profesional yang bersaing secara sehat untuk saling membangun”, tambah kiper asal Argentina itu.

Pada musim 2016 / 2017 silam, Jose Mourinho bisa dibilang cukup mempercayai Romero untuk memproteksi gawang klub besutannya. Terlihat dari Romero yang terus dimainkan oleh Mou tanpa ganti, di ajang Liga Eropa. Tapi disisi lain, Romero mengaku kalau dirinya hanya sekedar menjalankan profesinya dengan tulus dan ikhlas.

“Ya namanya pemain dan klub, semuanya bisa berubah setiap saat. Saya sendiri baru meneken kontrak berdurasi 4 musim di MU, tapi kan bisa saja kalau misalkan klub mau melepas saya sebelum kontrak habis misalnya. Jikalau, memang ada suatu sebab, alasan, dan pertimbangan tertentu. Saya hanya tulus dan ikhlas menjalani profesi saya sebagai kiper. Disamping saya memang mencintai pekerjaan saya”, aku Romero sambil menyudahi wawancaranya dengan wartawan Telegraph.