Persija Disodok Espanyol 0-7

Persija Disodok Espanyol 0-7
Persija Disodok Espanyol 0-7

Saat melakoni pertandingan persahabatan barusan (Rabu, 19 / 7 / 2017), Persija harus ikhlas disodok habis oleh Espanyol. Tanpa mampu membalas, Macan Kemayoran takluk 0 – 7 dari klub yang berkiprah di La Liga Spanyol itu.

Pada babak pertama laga yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, sejatinya Persija sudah kena gebug dan babak belur 0 Р5. Adalah Gerard Moreno yang pertama kali membolongi gawang pada menit ke 7. Berikutnya, giliran eks winger Real Madrid, Esteban Granero yang menyumbang 1 gol di menit ke 16 dan 1 gol di menit yang ke 21. Aksi hujan gol lalu berlanjut ke Jose Manuel Jurado dan David Lopez yang masing-masing mencetak 1 gol pada menit-menit akhir babak 1. Sontak, kedudukan sementara hingga sesi istirahat adalah 5 Р0  untuk Espanyol.

Berlanjut pada babak berikutnya, Persija juga kena dikerjai. Walau tidak separah di paruh pertama pertandingan. Kali ini Aaron Martin yang mendonasi gol ke 6 buat klubnya di menit ke 51. Hujan gol baru berhenti, usai Pape Kouli Diop mengoyak jala Persija di menit ke 76.

Persija pun pulang dengan muka tertunduk 0 – 7.

Sir Alex Bilang Raiola Itu Kutu Perusak

Sir Alex Bilang Raiola Itu Kutu Perusak
Sir Alex Bilang Raiola Itu Kutu Perusak

Belakangan Sir Alex Ferguson jelas-jelas mengumpat di media, terkait dengan sikap menyebalkan Mino Raiola sebagai agen yang menangani transfer pemain.

“Dia adalah orang yang licik. Tingkah lakunya pun akan membuat anda sebal dan muak”, umpat eks manajer MU (Manchester United) itu yang terlansir di Sportmole.

Railo memang tengah menjadi isu panas, seiring dengan penolakan Gianluigi Donnarumma terhadap kontrak baru yang disodorkan oleh klubnya, AC Milan. Publik terutama fans Rossoneri banyak yang mengatakan, kalau keputusan kurang ajar Donnarumma itu tak lepas dari aksi kompor Raiola. Maka tak heran kalau fans menuntut AC Milan memecat kiper berumur 18 tahun itu.

“Sudah pecat saja agen kurang ajar seperti Raiola. Memang bisa Donnarumma mencari klub yang mau membayar gaji besar, seperti di AC Milan”, ujar salah satu fans fanatik AC Milan yang ditujukan kepada¬†Donnarumma.

Namun sepertinya, Donnarumma sontak tersadar kala mendengarkan opini publik terkait karirnya di San Siro. Terbukti baru-baru ini, tersiar kabar kalau Donnaruma sudah oke untuk bermain di AC Milan sampai tahun 2022. Namun begitu, lagi-lagi Raiola selaku agen Donnarumma mengatakan kalau poin-poin dalam kontrak baru yang dibuat terhadap kliennya itu kurang memuaskan.

Pada klausul kontrak baru yang disodorkan AC Milan, tertulis sebuah perjanjian. Bahwa gaji kiper timnas Italia itu bakal kena potong 50% dari 100 jt Euro menjadi setengahnya, kalau AC Milan gagal masuk ke Liga Champion.

Mendengar opini-opini Raiola, Sir Alex Ferguson menjelaskan ke media, kalau Raiola itu adalah ornag yang pekerjaannya selalu mengadali orang. Bahkan, ia pun mengaku kalau Raiola pernah berulah terhadap dirinya. Pada tahun 2012 tepatnya, pria yang akbrab dipanggil Fergie itu tiba-tiba disambangi oleh Paul Pogba. Gelandang 24 tahun itu tidak ada angin tidak ada hujan, menuntut Setan Merah untuk memberikan kontrak baru, dengan kenaikan gaji yang sangat tidak masuk akal. Dimana Fergie tahu, kalau ini adalah ulah Raiola yang mengosok-gosok Pogba selaku kliennya.

Pada akhirnya, MU emoh mengiyakan permintaan Pogba dan berujung pada kepindahannya secara cuma-cuma ke Juventus. Walaupun pada musim panas 2016, MU membutuhkan tenaga pemain asli Prancis itu dan membelinya kembali dengan uang tebusan senilai 89,000,000 Pound dari Turin.

“Raiola itu bagaikan kutu yang selalu merusak hubungan pemain bagus dengan klubnya”, tegas Sir Alex.

Gerakan Bawah Tanah Agensi Courtois ke Real Madrid

Gerakan Bawah Tanah Agensi Courtois ke Real Madrid
Gerakan Bawah Tanah Agensi Courtois ke Real Madrid

Isu bakal hijrahnya Thibaut Courtois ke Real Madrid kembali menjadi buah bibir, seiring dengan celoteh agensi Courtois kepada media. Dimana, sang agen diam-diam sudah melakukan pembicaraan dengan klub papan atas di Spanyol tersebut.

Sejatinya, rumor bakal pindahnya penjaga gawang The Blues itu ke El Real sudah jadi lagu lawas. Pasalnya, Los Blancos memang sudah mencantumkan 3 nama untuk kiper incarannya di bursa transfer musim panas tahun 2017 ini. Yakni, David de Gea yang saat ini membela Manchester United (MU), lalu Gianluigi Donnarumma dari AC Milan, dan terakhir Courtois sendiri. Kendati, saat ini Madrid masih memperkerjakan Keylor Navas sebagai kiper mereka.

Saat ini, kontrak Courtois di Stamford Bridge sendiri masih berlangsung selama 2 tahun lagi.

“Faktanya, Madrid benar-benar tertarik kok dengan Thibaut”, papar agensi Courtois yang bernama¬†Christophe Henrotay saat ditemui Marca.

“Secara rutin, sudah beberapa kali belakangan ini saya menggelar meeting dengan para petinggi Madrid. Kalau kata mereka sih, Thibaut sedang mereka evaluasi”, imbuh Henrotay.

Pada Liga Premier musim 2016 / 2017 lalu, peran Courtois bagi Chelsea memang sangatlah besar. Dari menjalankan tugasnya sebagai kiper sebanyak 36 kali, kiper asal Belgia yang berusia 25 tahun itu cuma kebobolan 28 kali. Selain prosentase penjagaan gawang yang wow, Courtois juga membukukan 16 clean sheet dan dipredikatkan sebagai kiper terbaik musim 2016 / 2017 di Inggris.

Penyebab Timnas U-22 Urung Diterbangkan ke Spanyol

Penyebab Timnas U-22 Urung Diterbangkan ke Spanyol
Penyebab Timnas U-22 Urung Diterbangkan ke Spanyol

Agenda diterbangkannya timnas U-22 ke Spanyol untuk menjalani training camp harus dibatalkan. Alasannya, ada pada terganggunya jadwal latihan di negeri sendiri. Padahal, Spanyol sudah mempersiapkan sejumlah klub, untuk menjajal kemampuan Evan Dimas Darmono cs.

Luis Milla akhirnya memilih Bali sebagai pagelaran training camp timnas U – 22. Dimana sesi latihan intensif di Pulau Dewata itu, bakal segera dimulai pada akhir bulan Juni 2017.

“Yang paling jadi faktor utama itu ya karena waktu kami yang sangat mepet”, ujar Edy Rahmayadi selaku Ketua Umum PSSI, saat membeberkan alasan diurungkannya kepergian timnas U – 22 kepada pers di Hotel JS Luwansa kemarin (Kamis, 22 / 6 / 2017).

Sebelumnya banyak yang mengira kalau kepergian timnas U – 22 ke Negeri Matador terpaksa dibatalkan, lantaran PSSI sedang memiliki kocek yang sedikit. Kendati begitu, Edy menolak mentah-mentah komentar tersebut.

“Ini bukan soal dana. Mau berapa pun jumlah finansialnya, akan kami gulirkan. Kalau tidak cukup cash, ya akan kami cari sampai dapat”, tuntas pria asal Aceh itu.

Performa Evan Dimas di Lapangan Cenderung Fluktuatif dan Tak Stabil

Performa Evan Dimas di Lapangan Cenderung Fluktuatif dan Tak Stabil
Performa Evan Dimas di Lapangan Cenderung Fluktuatif dan Tak Stabil

Belakangan performa Evan Dimas Darmono di lapangan cenderung fluktuatif dan naik turun. Dikritik demikian, gelandang yang bermain di Bhayangkara FC itu mengatakan kalau dirinya masih terus berproses.

Evan Dimas sendiri adalah kapten dari timnas Garuda U – 19. Dimana, ia dan rekannya berhasil menggasak trofi Piala AFF tahun 2013 silam. Melihat prestasinya, Evan Dimas sampai disebut-sebut para pencinta sepakbola Tanah Air seperti Xavi Hernandez Indonesia.

Sayang belakangan ini, ia seperti tidak stabil. Performanya sering terlihat naik turun tak karuan. Saat berada di timnas senior, performanya terlihat sama sekali tidak hebat layaknya kala bermain di timnas U – 19. Kritik terkait penampilannya itu pun sudah diaminkan oleh Evan Dimas sendiri.

Evan mengakui kalau penampilannya yang dibilang naik turun itu, disebabkan oleh dirinya yang masih beradaptasi dengan latmosfer bermain di timnas senior.

“Ini kan saya masuk ke Liga 1. Kompetisi level papan atas di Indonesia. Isinya sudah pasti pemain senior yang punya segudang pengalaman semua. Nah, saya baru saja masuk ke divisi tersebut. Maka, saya pun sampai sekarang masih perlu adaptasi”, ujar Evan yang ditemui di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan pada hari Rabu malam WIB kemarin lusa (21 / 6 / 2017).

“Tentu beda antara level U – 19 dan senior. Di level senior yang berada di divisi 1 pula, aura untuk berlaga sesungguhnya benar-benar terlihat. Kita seperti dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik”, sambung Evan.

“Satu-satunya cara bagi saya untuk bisa mengejar ketertinggalan dengan para senior adalah dengan menambah jam terbang bermain di lapangan”, ungkapnya.

Evan sejatinya adalah sosok pemain muda Indonesia yang luar biasa. Saking spesialnya, ia sampat diberikan kesempatan untuk latihan di Spanyol pada awal tahun 2016. Namun, kendala kelengkapan fasilitas lah yang dirasanya agak kurang bagi pemain sepakbola Indonesia. Sebut saja pada saat berlatih secara khusus di Spanyol, para pemain disana selalu pergi ke gym untuk melatih kebugarannya.

“Di Spanyol, gym ada banyak. Jadi tiap selesai latihan pun bisa langsung nge -gym. Apalagi disana lokasi asrama tempat kami menginap, sangatlah dekat dengan gym yang punya fasilitas alat beban super lengkap. Nah, kalau disini. Lokasi gym dengan lokasi tempat tinggal dan tempat bekerja bisa berjauh-jauhan. Inilah yang bisa membuat performa seorang atlit menjadi tidak stabil dan cenderung stagnan, karena kalau disini mau latihan itu susah sekali”, papar Evan.

“Saat ini, saya mau mengucapkan rasa terima kasih yang besar atas diterbangkannya saya ke Spanyol. Bisa berlatih disana, tentu sangat membuahkan kebanggan dan meningkatkan rasa percaya diri.

“Saya berterima kasih karena saya diberi kesempatan berlatih di Espanyol, itu kebanggan buat saya yang merupakan pengalaman seumur hidup sekali dan saya dapat pengalaman berharga,” tuntas Evan.